“Setitik Harapan Itu ada di Bulan?”. Judul ini saya temukan di harian KOMPAS pada tanggal 14 Juli 2008. Namun sayangnya saya belum bisa menerima begitu saja mengenai riset tentang pencarian unsur air yang terkandung pada batuan yang di peroleh para Astronot pada misi Apollo tahun 1960-1970 itu.
Lalu kenapa saya belum bisa menerima tulisan tersebut?. Jangan terkejut dulu, cukup sedih memang, namun saya akui saya masih terjebak dengan perdebatan mengenai benar tidaknya fakta penjelajahan yang dilakukan para Astronot ke Satelit Bumi ini.
Nah sekarang kalian jangan menertawakan saya. Saya sadar saya telah tertinggal informasi dan pengetahuan. Beruntung saya menjumpai tulisan di Harian Kompas itu, sehingga memaksa saya kembali mencari tahu mengenai kebenaran dari misteri tersebut.
Penulusuran informasi atas jawaban dari misteri tersebut kemudian membawa saya pada satu link ini.
Setidaknya sekarang saya sedikit demi sedikit bisa mengikuti perkembangan riset mengenai jelajah ke luar angkasa.
Klarinet mainkan lagu mu, ayo kita pergi ke Bulan. Aku ikut, tapi setelah riset-riset itu selesai yaa..
Tenang aja nul… pergi ke Bulan itu mitos.. Iron Man aja ga bisa.. (halah)
Kenapa coba.. soalnya, Iron Man perginya sendirian… Sedangkan pergi ke Bulan itu harus banyakan.. Apollo 3 orang.. Armagedon.. 2 team.
Klarinet juga… makanya dia bilang “AYO RAME-RAME.. pergi ke bulaannnn”.. soalnya sendirian ga bakal bisa…
*intermezzo atas terbelitnya kata dibalik lidah tanpa nama*